Sedekah Jariyah




📚 Fawaid Pagi Hari Ini :

*CINTAILAH DAN MULIAKANLAH ORANG-ORANG MISKIN*

قـال الإمــام إبــن رجــب - رحمـہ اللـہ تعالـﮯ : 

▪كان ابن عمر رضي الله عنهما لا يأكل غالبا إلا مع المساكين ويقول : لعل بعض هؤلاء ان يكون ملكا يوم القيامة .

▪كان سفيان الثوري رحمه الله يعظّم المساكين، ويجفُو أهل الدنيا، فكان الفقراء في مجلسه هم الأغنياء، والأغنياء هم الفقراء. 

▪قال الفضيل رحمه الله : من أراد عز الآخرة، فليكن مجلسه مع المساكين . 

📚 مجموع الرسائل 【 ٥٨ 】

*Al-Imam Ibnu Rojab Al-Hambaly* rohimahullohu ta'ala pernah berkata :

1. _"Dahulu *Ibnu Umar* rodhiyallohu anhuma, kebanyakannya/seringnya beliau itu tidaklah makan kecuali bersama dengan orang-orang miskin._

Beliau (Ibnu Umar) berkata : _"Boleh jadi/mudah-mudahan, pada hari kiamat nanti sebagian dari mereka itu akan menjadi seorang raja (pemimpin umat manusia)."_

2. _Dulu, *Sufyan Ats-Tsaury* rohimahulloh suka mengagungkan/memuliakan orang-orang miskin, dan beliau meremehkan (tidak terlalu memuliakan) terhadap ahlu dunia (orang-orang yang kaya dan punya kedudukan di masyarakat, pent.)_

_Orang-orang miskin itu, di majelis beliau (Sufyan Ats-Tsaury) adalah (dianggapnya sebagai) orang-orang yang paling kaya. Sedangkan orang-orang yang kaya adalah (dianggapnya sebagai) orang-orang yang paling miskin."_

3. _*Al-Fudhoil bin 'Iyyadh* rohimahulloh pernah berkata :_

_"Barangsiapa menginginkan kemuliaan negeri akhirat, maka hendaknya dia menjadikan majelisnya itu bersama dengan orang-orang miskin !"_ 

( *MAJMU' AR-ROSAIL*, hal. 58)

*Catatan :*

1. Nasehat tersebut di atas adalah anjuran agar kita semua ini *bersikap tawadhu' (rendah hati) dan menyayangi* orang-orang yang lemah, khususnya orang-orang yang miskin. 

Jika kita selalu dekat dengan mereka di dunia ini, insya Alloh ta'ala kita pun akan dekat dengan Alloh ta'ala pada hari kiamat nanti. 

Dalam sebuah hadits yang shohih, dari *Anas bin Malik* rodhiyallohu anhu, bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

قَالَ « اللَّهُمَّ أَحْيِنِى مِسْكِينًا وَأَمِتْنِى مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِى فِى زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ». فَقَالَتْ عَائِشَةُ لِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « إِنَّهُمْ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا. يَا عَائِشَةُ، لاَ تَرُدِّى الْمِسْكِينَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، يَا عَائِشَةُ أَحِبِّى الْمَسَاكِينَ وَقَرِّبِيهِمْ، فَإِنَّ اللَّهَ يُقَرِّبُكِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ »

(Nabi shollallohu alaihi wa sallam pernah mengucapkan dalam doanya) :

_*"Ya Alloh, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku bersama dengan rombongan orang-orang miskin pada hari kiamat."*_

_(Mendengar doa ini), Aisyah rodhiyallohu anha berkata : “Mengapa anda meminta/berdoa demikian, wahai Rosululloh ?”_

_Beliau menjawab : "Orang-orang miskin itu akan masuk ke dalam surga, 40 tahun sebelum orang-orang kaya._ 

_Wahai ‘Aisyah, *janganlah engkau menolak (untuk memberikan sedekah kepada) orang miskin, walaupun dengan separuh biji kurma.*_ 

_Wahai ‘Aisyah, *cintailah orang miskin dan dekatlah dengan mereka,* karena Alloh akan dekat dengan-Mu pada hari kiamat."_  

(HR. *At-Tirmidzi* no. 2352. Hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh). 

Subhanallah, inilah diantara keutamaan yang akan bisa kita peroleh, apabila kita dekat dengan orang-orang yang miskin....... 

2. Dan ketahuilah, makna (arti) *"Mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka"*, yaitu dengan : _membantu dan menolong mereka !_

Bukan hanya sekedar dekat dengan mereka, tanpa membantu dan menolong kesulitan mereka, .... bukan seperti itu ! 

3. Dan ketahuilah pula, maksud dan tujuan do’a yang diucapkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut di atas adalah : *agar Allah Ta’ala memberikan sifat tawadhu' (rendah hati) kepada beliau, serta agar beliau tidak termasuk orang-orang yang sombong lagi dholim, dan agar tidak menjadi orang-orang kaya yang bersikap melampaui batas.*

Makna hadits ini bukanlah meminta agar beliau menjadi orang yang miskin. 

Sebagaimana hal ini dijelaskan oleh *Al-Imam Ibnul Atsir* rohimahulloh, bahwa kata “miskin” dalam hadits di atas maknanya adalah sikap *TAWADHU'.* 

Sebab, di dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam justru berlindung kepada Alloh dari kefakiran/kemiskinan.

Kalau beliau meminta kemiskinan yang sebenarnya, tentu hal ini bertentangan dengan doa beliau yg justru berlindung dari kemiskinan dan banyak hutang. 

Yang benar, miskin dalam hadits tersebut di atas, yaitu meminta kepada Alloh, *agar diberi sifat Tawadhu, mati dalam keadaan bersikap Tawadhu', dan kelak di hari kiamat akan dikumpulkan bersama orang-orang yang miskin dan Tawadhu'.*

_Wallohu a'lamu bis showab....._

Semoga hal ini menjadi nasehat yang bermanfaat bagi kita semuanya. 

Khususnya, bisa melunakkan hati kita, agar selalu mencintai orang-orang yang lemah, dari kalangan saudara-saudara kita yang miskin........ 

_Allohu yubaarik fiikum....._

*Surabaya*, Kamis pagi yg sejuk, 8 Jumadil Akhir 1442 H / 21 Januari 2021 M

✍ Akhukum fillah, *Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby*

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

Postingan populer dari blog ini

Aqiqah Sukorejo Kendal Terbaik

Aqiqah Krian Sidoarjo Murah Terbaik

Cara Menghitung Zakat Saham