Keberkahan Aqiqah di Nurul Hayat
KEBERKAHAN AQIQAH di NURUL HAYAT
TERBESAR
Berpengalaman dan telah dipercaya puluhan ribu pelanggan. Membantu ibadah Aqiqah ummat lebih dari 3000 kambing setiap bulannya. dan terdistribusi hingga 60 kota di seluruh Indonesia.
HALAL
Pilihan hewan, proses penyembelihan dan masak dijamin memenuhi syarat sahnya Aqiqah dan telah tersertifikasi HALAL dari majelis Ulama Indonesia MUI
BERNILAI SEDEKAH
Aqiqah Anda Insya Allah semakin berkah karena semua keuntungan penjualan digunakan untuk mendukung program dakwah dan sosial Nurul Hayat. Hanya disini Anda beraqiqah sekaligus bernilai sedekah
Insya Allah cabang Nurul Hayat ada 26 Cabang Bapak / Ibu. Dari segi kualitas semua cabang sama dan terstandart. Namun dari segi rasa menyesuaikan dengan khas kota masing-masing. Tetapi Bapak / ibu bisa request masakan sesuai dengan selera.
Berdasarkan hadits “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka aqiqah untuk anak laki-
laki dua kambing, dan anak perempuan satu kambing”. [HR At
Tirmidzi dan Ibnu Majah].
Dalam hadits, untuk ketentuan kambingnya tidak dijelaskan jenisnya, harus jantan atau boleh juga betina. Namun para ulama menyatakan bahwa kambing aqiqah sama dengan kambing Qurban dalam usia, jenis dan bebas dari aib dan cacat. Akan tetapi mereka tidak merinci tentang disyaratkan jantan atau betina. Namun yang utama (afdhol) dan dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah kambing jantan yang bertanduk
Mengenai hukum makan daging aqiqah menurut Imam Syafi’i
menjelaskan dan menyimpulkan bahwa aqiqah diqiyaskan dengan ibadah qurban. Jadi, daging aqiqah boleh dimakan sendiri (dengan tidak berlebihan) dan sebaiknya dibagikan untuk orang lain, terutama golongan fakir miskin.
Bagi Bapak-bapak atau Ibu-Ibu yang belum melaksanakan
aqiqah, pada usia dewasa pun bisa melaksanakan Aqiqah untuk
dirinya sendiri. Sebagaimana termaktub dalam kitab I’anathutholibin (Syarah dari kitab fathul mu’in juz 2 hal 336) bahwasanya “Rosulullah Muhammad SAW melaksanakan Aqiqah untuk dirinya sendiri sesudah beliau diangkat menjadi Rasul (40 tahun)”